×

KITAB TALMUD BAHASA INDONESIA PDF

Talmud menyatakan bahwa “seseorang harus menyelesaikan bagian-bagian dari kitab suci bersama masyarakat, membaca kitab suci dua kali dan targum. Studi Taurat adalah studi tentang Taurat, Alkitab Ibrani, Talmud, Responsa, sastra Meskipun kata “Taurat” mengacu khusus untuk Lima Kitab Musa, dalam . Dalam Kitab Ester ditulis bahwa Mordekhai mengenakan warna pakaian Talmud mengajarkan bahwa sumber pewarna tekelet adalah makhluk laut yang .

Author: Kajas Fauktilar
Country: Senegal
Language: English (Spanish)
Genre: Personal Growth
Published (Last): 11 December 2017
Pages: 25
PDF File Size: 7.23 Mb
ePub File Size: 19.63 Mb
ISBN: 744-8-84415-395-6
Downloads: 10506
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Yozshushakar

Selamat menikmati tulisan provokatif ini! Apakah dahulu Perjanjian “Baru” aslinya ditulis dalam bahasa Gerika atau bahasa Ibrani? Saya juga diajari bahwa sekarang bangsa pilihan YHWH adalah orang-orang “gentile” non -Yahudi yang berbahasa Gerika, dan salah satu tanda utama nya adalah “Perjanjian Baru” yang asli diwahyukan didalam bahasa Gerika, bukan dalam bahasa Ibrani.

Kita tahu bahwa hal ini tidak benar. Gereja punya berbagai alasan, salah satunya yang paling menonjol adalah Sha’ul Paulus diberi missi untuk memberitakan Berita Sukacita kepada kaum gentile. Itu terjadi karena Sha’ul dapat berbicara bahasa Gerika, dan bahasa mayoritas didalam wilayah kerajaan Romawi adalah Gerika, dengan demikian Sha’ul harus menulis surat-suratnya dalam bahasa Gerika.

Lama sekali saya telah mempercayai hal ini, sampai suatu ketika saya mulai memikirkannya. Kemudian banyak hal yang tidak dapat mendukung hal ini. Ada beberapa hal yang membuat saya indoonesia. Misalnya, mengapa orang Ibrani harus menulis surat kepada orang-orang Ibrani dalam bahasa lain bukan bahasa Ibrani? Ini tidak masuk akal. Saya dilahirkan sebagai orang Amerika, bahasa sehari-hari atau bahasa nasional saya adalah bahasa Inggeris. Kalau saya menulis surat kepada sesama orang Amerika dan juga orang lain diseluruh dunia yang dapat berbahasa Inggeris saya akan menggunakan bahasa Inggeris.

Sekalipun saya dapat berbahasa Jerman dan Spanyol. Dan meskipun di Amerika dan didunia ini banyak orang yang dapat berbahasa Jerman banasa Spanyol, tetapi mitab berkirim surat kepada sesama orang Amerika saya tidak ragu-ragu memilih bahasa Inggeris karena merupakan bahasa nasional. Demikian juga bagi orang lain, dalam keadaan yang sama, untuk saling berkomunikasi akan menulis surat dalam bahasa yang sama-sama mereka mengerti.

Bahasanya orang-orang Yahudi adalah Ibrani, seperti sekarang ini.

Dengan dasar ini sangat masuk akal kalau Sha’ul yang berbahasa Ibrani harus menulis surat seperti Kitab Ibrani kepada orang Yahudi yang juga berbahasa Ibrani, dan bukan dalam bahasa Gerika. Jadi kalau Kitab Ibrani adalah jelas diterjemahkan dari bahasa Ibrani kedalam bahasa Gerika, maka saya mulai bertanya-tanya didalam diri saya, apakah ada lagi Kitab-kitab Nasrani yang telah diterjemahkan dari bahasa Ibrani kedalam bahasa Gerika?

Dalam bahass saya lebih lanjut, saya ketahui bahwa bapa-bapa pendahulu gereja telah tahu bahwa Kitab Matius ditulis dalam bahasa Ibrani, bukan dalam bahasa Gerika. Saya memperoleh sebuah ihdonesia Kitab Matius yang asli dalam bahasa Ibrani.

Didalam kitab itu ada beberapa pernyataan dari bapa-bapa pendahulu indonwsia seperti: Papias, Ireneus, Origen, Eusebius, Epiphanius, Jerome, dan Isho’dad, mereka semua mengatakan bahwa Kitab Matius pertama-tama ditulis ta,mud bahasa Ibrani, bukan dalam bahasa Gerika, dan sayapun memiliki satu kopi!

Jadi jelas bagi kita sekarang bahwa Kitab Matius dan Kitab Ibrani kedua-duanya ditulis dalam bahasa Ibrani, dan bukan bahasa Gerika.

Yang menjadi pikiran saya kemudian adalah, jangan-jangan sebenarnya Kitab-kitab Ibrani ketika pertama kali ditulis dengan tangan adalah dalam bahasa Ibrani! Bukankah masih terbuka kemungkinan bahwa seluruh Kitab-kitab Perjanjian “Baru” yang pertama kali ditulis dalam bahasa Ibrani, dan bukan dalam bahasa Gerika?

Apakah ” Textus Receptus” dulunya merupakan hasil penerjemahan? Selanjutnya saya memperoleh pengajaran dari seorang Israel Mesianik, Rabbi Edward Nydle yang menceritakan bahwa Sha’ul sebenarnya tidak diutus kepada “kaum gentile” seperti persepsi yang kita punyai umumnya tentang “kaum gentile”, tetapi diutus kepada “kaum gentile” menurut pandangan Kitab Suci yaitu kitqb keturunan darah dari Sepuluh-Suku-Yang-Hilang!

Saya pelajari bahwa para rabbi orthodok telah menetapkan didalam Kitab Talmud Babylonian bahwa kesepuluh suku itu tidak lagi disebut bangsa Israel, tetapi disebut “kaum gentile” karena mereka tidak patuh menjalankan Torah, dan tidak lagi tinggal di Bumi Israel. Demikianlah maka para rabbi orthodox tersebut menyebut mereka ” kaum gentile” sampai sekarang. Kemudian saya mengetahui juga indonesja yang dimaksud dengan “orang-orang Gerika” menurut Kitab Suci bukanlah orang-orang asli Gerika yang memuja Nike-dan-Zeus seperti yang umumnya kita pikirkan, tetapi adalah orang-orang Yahudi yang telah menerima pengaruh Hellenisasi!

Kata “orang-orang Gerika” berarti “orang-orang Yahudi yang dibesarkan didalam budaya Gerika”. Ini indonssia bahwa ketika Sha’ul diutus kepada “orang-orang Gerika”dia tidak diutus kepada para pemuja berhala tetapi diutus kepada orang-orang keturunan Yakub Israel yang telah hilang dan terpencar-pencar diantara bangsa-bangsa lain di Diaspora disekitar Israel dan yang halmud ketika jaman pembuangan Babylonia!

  DEBEAKING IN POULTRY PDF

Bereshit (parsyah) – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ketika saya galmud Kitab Para Rasul, salah satu surat orang-orang Israel Nasrani, saya melihat satu keganjilan. Sha’ul selain ketika pergi ke Bukit Mars, setiap hari Sabbath selalu pergi ke synagogue untuk mengajar “kaum gentile” dan “orang-orang Gerika”.

Tetapi apakah “kaum baahasa asli dan “orang-orang Gerika” asli pergi ke synagogue pada hari Sabbath? Hanya orang-orang Israel dan Yahudi yang terHellenisasi yang pergi ke synagogue pada hari Sabbath! Mereka ini tidak sama indonesis pendapat yang membudaya dari ajaran Kristen yang mengira bahwa mereka adalah benar-benar orang-orang Gentile dan orang Gerika sesungguhnya.

Cerita Gerika-gentile ini yang saya telan bulat-bulat ketika saya masih anak – anak, tidak dapat begitu saja berlalu tanpa pemerikasaan silang dengan kenyataan yang ada. Disamping cerita itu ada lagi yaitu ajaran yang mengatakan bahwa “Perjanjian Baru” aslinya ditulis dalam bahasa Gerika. Ada beberapa hal yang perlu ditinjau yaitu sebagai berikut: Seandainya anda adalah Sha’ul, menulis surat kepada orang-orang yang indojesia di synagogue pada hari Sabbath, bahasa apa yang akan anda pakai?

Coba saja kunjungi semua synagogue diseluruh dunia, maka orang – orang Yahudi yang berkumpul disana akan berbicara dengan bahasa Ibrani. Tidak perduli di negara mana mereka berada, pasti akan anda dapati mereka menggunakan bahasa Ibrani. Apakah mereka berada di India, Rusia, Czechoslovakia atau dimana saja: Jadi yang paling masuk akal adalah Sha’ul ketika menulis surat – suratnya keberbagai synagogue diberbagai wilayah Kerajaan Roma dan Gerika memakai bahasa Ibrani!

Baiklah, andaikan sekarang saya terima anggapan bahwa ada kemungkinan diantara surat – surat Sha’ul ada beberapa surat yang ditulis dalam bahasa Gerika. Mungkin saja Sha’ul, ketika menjadi murid yang dipilih YHWH, pertama-tama menulis surat-suratnya dalam bahasa Ibrani dahulu, kemudian dalam waktu yang sama membuat kopinya yang diterjemahkan kedalam bahasa Gerika. Bahkan mungkin dia juga mengirim surat – suratnya dalam bahasa Latin kepada jemaat di Roma triplikat? Kita tidak tahu bahawa yang telah dia perbuat.

Kejadian yang paling mungkin paling tidak Kitab Ibrani pertama kali ditulis dalam bahasa Ibrani, begitu juga Kitab Matius karena ada faktanya aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Kedua buku itu aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani baru kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Gerika, supaya mudah dibaca oleh banyak orang yang kebanyakan berbahasa Gerika. Jika ineonesia dua kitab yang aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani dan baru kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Gerika, walau kita selalu diajari bahwa kedua kitab itu ditulis dalam bahasa Gerika lalu masih ada berapa kitab lagi dari antara Ketuvim Netzarim Tulisan Nasrani yang sama kejadiannya seperti itu, ditulis talmjd bahasa Ibrani baru kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Gerika?

Didalam catatan yang terdapat dalam terjemahan Kitab Suci oleh “the Institute for Scripture Research” dinyatakan ada kutab hal yang ditulis didalam Kitab Wahyu juga ditulis didalam Kitab Ibrani.

Sebenarnya maksudnya tidak demikian. Tetapi oitab “paha” seharusnya “panji”. Yang jadi masalah kalau dipakai kata “paha” maka gelar itu ditulis dipaha Yahshua, jadi itu berupa tatto, padahal Imamat Sebaliknya kita percaya bahwa Yahshua tidak akan pernah membuat tatto, karena Yahshua tidak akan melanggar Torah, sebab seperti bagasa Dia katakan didalam khotbahNya di bukit bahwa Dia datang indonesix untuk meniadakan Torah ataupun tidak menjalankan Torah.

Kita tahu bahwa dosa adalah pelanggaran Hukum 1 Yoh 3: Kita tahu bahwa itu tidak mungkin karena Yahshua tidak berdosa.

Lebih dari itu, kita tahu bahwa orang yang pahanya kelihatan sama dengan telanjang menurut pandangan Ibrani Markus Dia akan menyingkap jubahnya diatas paha kalau dalam keadaan perang.

Jadi akan lebih bermakna kalau Kitab Wahyu aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Ada satu huruf Ibrani yang menyatakan bunyi “d” yaitu huruf “dalet”mempunyai satu coretan kecil dikakinya, dilain pihak ada huruf yang hampir serupa dengannya yang menyatakan bunyi “r” disebut “resh” tetapi tidak mempunyai coretan ini. Penerjemah akan dengan mudah keliru membacanya, khususnya bila gulungan itu sudah lusuh-rusak, tua, atau karena penerjemah tidak tahu betul-betul bahasa Ibrani.

Demikian juga para penerjemah Katolik Konstantin akan dengan mudah keliru membaca dalet menjadi resh.

Seandainya penyalin Kitab Wahyu menerjemahkan dari bahasa Ibrani mungkin bahasa Aram kedalam bahasa Gerika salah baca “d” menjadi “r”, maka kata “dagel” panji menjadi “ragel” pahamaka jadilah Yahshua melanggar Torah, mempunyai tatto pada pahaNya yang terbuka. Karena Yahshua mengatakan Torah tidak akan berlalu sampai langit dan bumi berlalu maka hal yang demikian itu tidak mungkin terjadi. Karena kalau hal itu terjadi berarti Yahshua berdosa, berpakaian mini dengan paha telanjang!

  CARBOGUARD 893 PDF

Jika anda percaya bahwa Yahshua datang kedunia tidak untuk meniadakan Hukum, sebaliknya menunjukkan kepada kita betapa besar manfaatnya bila melakukannya, maka penampilan Yahshua yang lari kesana kemari dengan paha ditatto jadi tampak menggelikan.

Dilain pihak penyalin Katholik Roma yang menerjemahkan kedalam bahasa Gerika tidak sadar melakukan kesalahan, karena Katolik mengajarkan bahwa Yahshua telah meninggalkan Hukum. Maka sekali lagi kita harus bertanya: Apakah semuanya ditulis dalam bahasa Ibrani?

Selanjutnya saya mempelajari sesuatu yang dapat menyingkap keraguan bahwa Berita Sukacita aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Moshe Koniuchowsky mengirimi berita semua orang yang ada didalam mailing listnya. Berita itu menyatakan ada bukti yang tak dapat dibantah bahwa keempat Berita Mulia “Injil” aslinya pasti ditulis dalam bahasa Ibrani [atau mungkin dalam bahasa Aram, karena bahasa ini secara luas dipakai dimana Yahshua beserta murid-murid menjadi dewasa, disekitar Nazareth dan Galilea.

Istilah “Gilyon” ini sama dengan istilah yang dipakai didalam Kitab Peshitta dari Gereja Orthodox Timur, yaitu serangkai Kitab Suci yang aslinya ditulis dalam bahasa Aram, dan sampai sekarang tetap ditulis dalam bahasa Aram. Perbandingan bahasa Aram dengan bahasa Ibrani seperti Scottish dengan English. Dalam bahasa Aram ada tekanan kuat dan beberapa pengucapannya agak berbeda, tetapi orang-orang yang menggunakan salah satu bahasa itu tidak sulit bahsa mengerti keduanya.

Mereka membuat tata-cara yang teliti untuk memberhentikan tugas suatu gulungan karena mengandung Nama Pencipta, sampai-sampai mempertimbangkan bxhasa kalau ada lubang atau kekosongan karena tua atau kertas kulitnya retak.

[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab

Biasanya bshasa Orthodox itu mengubur gulungan Torah yang tua seperti layaknya pemakaman orang terhormat yang meninggal dunia. Ini dipandang suatu cara yang terhormat untuk mengubur Torah yang tidak dapat dipakai lagi, walaupun gulungan itu sudah robek-robek, berlubang atau retak. Kebiasaan atau tradisi ini sampai sekarang masih terus indonesua. Kebanyakan mereka berpendapat kigab tidak pantas membakar gulungan Bahasx, karena membakar dengan api adalah cara untuk memusnahkan suatu ajaran yang sesat, dan yang kotor.

Para rabbi merasa memusnahkan Torah dengan membakarnya dirasakan tidak tepat karena menyamakan caranya dengan pemusnahan sesuatu yang kotorsehingga tidak menghormati. Oleh karena itulah biasanya mereka mengubur gulungan yang rusak, berlubang, ada yang hilang tulisannya atau kosong, atau retak-retak karena menyusut.

Sementara persidangan berlanjut, ada satu rabbi yang memasalahkan suatu gulungan yang punya “ruang-kosong” didalamnya. Rabbi yang lain menanyakan apakah yang dia maksud adalah Torah atau gulungan yang lain. Dijawab oleh rabbi yang pertama, bukan, tetapi maksudnya adalah gulungan milik kaum Minim, kata lainnya adalah kaum “bidat” menyimpang Nasrani Israel. Para Orthodox itu berusaha sekuat bxhasa untuk menyingkirkan kaum Minim Nasranidan juga memusnahkan semua tulisan-tulisan mereka Brit Chadasha yang pertama-tama agar orang – orang Yahudi yang lain tidak berbondong – bondong percaya kepada Yahshua.

Didalam Talmud Babylonian pada Shabbat A para rabbi membicarakan bagaimana cara memusnahkan gulungan yang mereka pandang ajaran sesat, yang didalamnya juga tercantum Nama YHWH. Satu rabbi didalam Talmud menuliskan bahwa gulungan itu harus dibakar.

Studi Taurat

Rabbi yang lain menyanggah, bahwa dengan adanya Nama Pencipta didalamnya, tidak boleh dibakar. Rabbi yang lain lagi menyatakan bahwa gulungan kaum Minim Nasrani itu boleh dibakar dengan terlebih dahulu mengambil Nama Pencipta pada hari bukan Sabbath, jadi yang dibakar hanya gulungan yang sudah berlubang- lubang.

Pendapat yang lain lagi mengatakan bahwa gulungan Minim itu termasuk ajaran yang menghujat maka harus dibakar langsung tanpa menghilangkan tulisan Nama Pencipta dahulu, karena itu ajaran yang sangat mereka benci. Tulisan itu tidak sama dengan Textus Receptus Tulisan yang Diterima yang berbahasa Gerika yang dapat kita baca sekarang, dimana menggunakan istilah “Theos” dan “Kurios”. Mereka akan langsung membakar gulungan bertulisan Gerika tanpa banyak komentar. Jadi yang membuat ada pertentangan diantara mereka karena didalam gulungan itu ada Nama Pencipta yang ditulis dengan huruf Ibrani!

Namun ketika membaca buku – buku seperti “Fossilized Customs” dan “Come Out of Her, My People,” saya menemukan bahwa istilah “God” diambil dari Nama yang dipakai oleh pemuja-pemuja Matahari Jerman, sedang istilah “Jesus” sangat ta,mud dan sangat mungkin adalah istilah turunan dari Zeus.